Jokowi Ungkap Penyebab RI Tidak Lagi Swasembada Pangan

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan beberapa faktor utama yang menyebabkan Indonesia tidak lagi mampu mencapai swasembada pangan. Pernyataan ini disampaikan dalam acara pertemuan dengan para petani dan pelaku industri pertanian di Jakarta pada hari Selasa (6 Juli 2024).

Faktor-Faktor Utama

1. Perubahan Iklim

Jokowi menjelaskan bahwa perubahan iklim telah memberikan dampak signifikan terhadap sektor pertanian di Indonesia. Cuaca yang tidak menentu, bencana alam seperti banjir dan kekeringan, serta meningkatnya suhu udara telah mengurangi produktivitas lahan pertanian. Hal ini menyebabkan penurunan hasil panen yang berdampak langsung pada ketahanan pangan nasional.

2. Alih Fungsi Lahan

Alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non-pertanian, seperti perumahan dan industri, juga menjadi salah satu penyebab utama. Jokowi menyatakan bahwa urbanisasi dan pembangunan infrastruktur yang masif seringkali mengorbankan lahan pertanian subur. Akibatnya, luas lahan pertanian semakin berkurang, sehingga mempengaruhi kapasitas produksi pangan.

3. Keterbatasan Teknologi dan Modal

Menurut Jokowi, keterbatasan akses terhadap teknologi pertanian modern dan modal menjadi tantangan besar bagi petani kecil di Indonesia. Banyak petani masih menggunakan metode tradisional yang kurang efisien, sehingga hasil produksi tidak optimal. Selain itu, minimnya akses terhadap modal menghambat upaya peningkatan produktivitas dan modernisasi pertanian.

4. Sistem Distribusi dan Logistik

Sistem distribusi dan logistik yang belum optimal juga berkontribusi terhadap masalah ketahanan pangan. Jokowi menyoroti bahwa hasil panen seringkali tidak sampai ke pasar dengan tepat waktu dan dalam kondisi baik akibat infrastruktur yang kurang memadai. Hal ini menyebabkan tingginya tingkat kerusakan dan pemborosan hasil pertanian.

Langkah-Langkah Pemerintah

Untuk mengatasi masalah ini, Jokowi menyebutkan beberapa langkah yang telah dan akan diambil oleh pemerintah:

  1. Pengembangan Infrastruktur Pertanian: Pembangunan dan perbaikan irigasi, jalan, dan fasilitas penyimpanan untuk mendukung distribusi hasil pertanian.
  2. Peningkatan Akses Teknologi dan Modal: Program bantuan teknologi dan kredit pertanian bagi petani kecil untuk meningkatkan produktivitas.
  3. Reformasi Penggunaan Lahan: Pengendalian alih fungsi lahan pertanian dan pengembangan lahan pertanian baru di daerah yang potensial.
  4. Penguatan Sistem Logistik: Meningkatkan efisiensi sistem distribusi dan logistik untuk memastikan hasil pertanian dapat sampai ke pasar dengan baik.

Harapan Presiden

Jokowi berharap dengan langkah-langkah tersebut, Indonesia dapat kembali mencapai swasembada pangan dalam beberapa tahun mendatang. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama petani dan pelaku industri pertanian, untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Kesimpulan

Pernyataan Presiden Jokowi menggarisbawahi berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian Indonesia dalam mencapai swasembada pangan. Melalui langkah-langkah strategis yang diambil pemerintah, diharapkan sektor pertanian dapat bangkit kembali dan memenuhi kebutuhan pangan nasional secara mandiri.

Related

PEMERINTAH 6906938030190723314

Posting Komentar

emo-but-icon

Prabowo & Gibran

Prabowo & Gibran

ANGGOTA BARU

item